Showing posts with label Kekata. Show all posts
Showing posts with label Kekata. Show all posts

Friday, January 07, 2011

"Damai Tapi Gersang"

Seindah dalam kata
Seindah dalam cinta
Bilakah segala-galanya bersatu


Tetapi kenyataan
Hidupnya pengorbanan
Tinggal penghabisan lamunan, berlalu


Semua kehidupan dia
Berkhayal tinggal yang ada
Rindu sayangi sesama
Hidupmu sebentar saja


Seharum wangi bunga
Hidupmu bersandiwara
Seribu bertanya senada, merayu


Tetapi kenyataan
Hidup berliku ganda
Tinggalkan bertanya, bertanya.. tiada


Dan kini tiba saatnya
Bahagia datang padanya
Semua saling mencinta
Di kedamaian yang ada

(Adjie Bandi, 1977)

Saturday, December 11, 2010

dia yang rupawan

bak bunga mawar yang sedang mekar, 
berkulit kuning langsat 
menutupi seluruh permukaan tubuh yang padat , 
berlekuk lembut elok mengeluarkan 
wewangian alami seorang perawan , 
wajah bulat telur yang dihiasi mata , 
hidung dan mulut sangat sempurna , 
lentik buluh mata, 
hidung mancung ,
bibir tipis memerah merekah , 
bak bidadari turun dari kayangan

Apakah bisa aku menemukan Dayang Sumbiku?

Monday, November 01, 2010

Selendang Hijau



Lagu Asal: GREENSLEEVES

Sebuah lagu balada romanesca era Baroque dari abad ke 16. Kononnya lagu ini digubah oleh Raja Henri VIII untuk wanita dambaannya Lady Anne Boleyn. Boleyn telah menolak cintanya dengan keras sehingga emosi sang Raja yang hampa membawa kepada terciptanya lagu ini.

Senikata Melayu hanya sebagai adaptasi dan bukan translasi.

Senikata: Rudy Djoharnaen (2010)

Akhirnya kau buang cintaku
Kata putusmu telah kau beri
Tertutup sudah pintu kasihmu
Putus sudah harapan ini

Kanda impikan bersama dinda
Menikmati keindahan cinta
Asmaradana dikala senja
Disaksikan bulan purnama

Inginku tatap kau yang rupawan
Mencurah cinta kasih untukmu
Mendakapmu bila kerinduan
Mengusap membelai rambutmu

Wahai puspita idaman kalbu
Dikau pengisi jiwa yang sunyi
Selendang Hijau hanya untukmu
Sebagai tanda kasih suci

Selendang Hijau hanya untukmu
Inginku lilitkan di lehermu
Sebagai tanda cinta kasihku
Dikau saja idaman kalbu

Tidak tertanggung sedih dan pilu
Impian tidak menjadi nyata
Kau buang aku dari hatimu
Seperti anjing yang melata

Selendang hijau tiada guna...

Wednesday, April 14, 2010

Sesalnya Paduka Seri Maharaja...

Aku Paduka Seri Maharaja
Raja besar kota Singapura
kerana hasutan pembesar istana
negeri ditimpa malapetaka

Murkaku pada seorang mulia
Seorang Pasai tinggi ilmunya
kerana pohon pinang terbelah dua
dia ku hukum tanpa bicara

Keris dihunus ke dalam dada
Di Hujung Pasar ku menghukumnya
sebelum maut menjelang tiba
Dia melafaz sumpah bencana

Mayatnya ghaib serta-merta
Setelah mati dihukum beta
Darahnya menitik di Singapura
Di pantai Langkawi terlantar jasadnya

Kemudian bencana datang menimpa
Huru hara seluruh Singapura
Ramai yang maut di pantai sana
Diserang todak beribu banyaknya

Buntulah segala isi Istana
Tidakku tahu nak buat apa
Lalu ku beri perintah yang gila
Pantai dipagar rakyat jelata

Perintah yang bodoh dititah beta
Rakyat jelata menjadi mangsa
Menghadaplah seorang yang bijaksana
"Batang pisang!" itulah cadangannya

Berkat akal yang bijaksana
terselamat negeri dari bencana
Tiada ku duga tiada ku sangka
Budak itu Rahmat yang Esa

Seluruh negeri kembali sejahtera
rakyat jelata riang gembira
Namun diriku tak kenang jasa
Termakan lagi hasutan hina

Kerana dia bijaklaksana
Segera ditamatkan riwayatnya
Kalau dia tumbuh dewasa
Dia tentu merampas kuasa

Termakan lagi hasutan durjana
"Bunuh budak itu!" begitulah titah Beta
Tanpa belas kasihan dirantainya
Tenggelamlah ia di laut gelora

Begitu bodohnya diri yang hina
Daulat kemana aku kemana
Akulah durjana hati ternoda
Sesal ku tidak ada gunanya

Walaupun daulatku terasa mulia
sebagai Raja yang berkuasa
Akalku cetek dungu belaka
lebih rendah dari hamba....

Rudy Djoharnaen

Note: Sekadar imaginasi saja. Ilham dari Singapura Dilanggar Todak.


"Carik baju raja

Dilompati todak

Bukan disahaja

Sebab akal budak."




Bukan Todak Punya Angkara...
Colour Pencils & Oil pastels on paper
Day-to-Day Collection
by Rudy Djoharnaen
2010

Sunday, January 31, 2010

pengakuan berkias

pabila terpatri rasa cinta
ingin mengaku sejujurnya
namun malu membatasi tutur kata
santun memacu tali bahasa
akal menjadi cerminan jiwa



maka madah,
puisi,
gurindam,
syair,
pantun

menjadi kiasan pengakuan rasa
dari saubari ke sanubari
teruna dan dara.


Rudy Djoharnaen
Singapura

Tuesday, June 09, 2009

Alam


Kita sudah lupa pada alam.
Pencemaran di sana sini
Apa kata Tuhan nanti?

Monday, April 13, 2009

di lantai makanmu

yang terhidang di lantai makanmu
hanyalah ikan kering, nasi dan segelas air putih
harus kau suap walau berat sekali hatimu
ikan kering, air putih dan nasi segenggam dua itu
adalah harapan untuk hari depan
yang membuat kau tersenyum
langit tidak selalunya redup suram
esok masih ada...pasti ada.

Rudy Djoharnaen
9.41 pagi
Singapura

Monday, April 06, 2009

Gelombang


Usahlah kau marah pada gelombang di lautan
Kerana akan ada beberapa gelombang lagi yang pasti menyusul
Seolah-seolah ia tidak akan berakhir
Namun satu hari ia pasti berakhir

Thursday, April 02, 2009

Lembayung Senja
















aku ingin menikmati lembayung senja
ketika mentari kian meredup dan terbenam
di balik Gunung tua yang menjadi saksi alam semesta yang telah tua

aku ingin menikmati lembayung senja
ketika sang bayu yang dingin menghembus ke wajahku
diiringi beburung yang terbang pulang

aku ingin menikmati lembayung senja
bersama tiupan seruling anak gembala
irama senjakala yang mendayu
dari hati yang sedang merindu

aku ingin menikmati lembayung senja
sambil keindahan alam ku jepret dengan sungguh-sungguh
sebagai tanda kenangan
dari kalbuku yang membutuhkan ketenangan


Rudy Djoharnaen
6.45 petang
Singapura

Wednesday, March 11, 2009




MatahariMu di siangku

BulanMu di malamku

AnugerahMu untukku

Maafkan aku yang kejam

Maafkan aku yang tidak bersyukur

Dalam kegelapan malamku

Dalam kegelapan hatiku

Laa Ilaha Illaaa Anta Subh’aanaka Innee Kuntu Minaz Z’aalimeen

Aku ingin lena diatas bantal imanMu

Diselimuti Kasih SayangMu

Aku ingin Bangkit

dalam sinaran RahmatMu

Friday, March 06, 2009

ikhlas memberi

ikhlas dalam memberi
yang garing untuk orang
yang lemau untuk kita

ikhlas dalam memberi
yang daging untuk orang
yang tulang untuk kita

ikhlas dalam memberi
yang manis untuk orang
yang masam untuk kita

ikhlas dalam memberi
yang jernih untuk orang
yang keruh untuk kita

ikhlas dalam memberi
yang kanan di depan orang
yang kiri di belakang kita

insyaAllah.

Monday, February 02, 2009

cinta

cinta itu wujudnya tiada kerana untuk satu kerana.

Sunday, January 11, 2009

aku dikelilingi bunga

hidup aku dikelilingi oleh kuntum-kuntum bunga
tempat aku bekerja semuanya kuntum-kuntum bunga
teraju utamaku juga sekuntumbunga
guru-guru di bawah naunganku hampir semuanya kuntum-kuntum bunga
sekolah-sekolah tempat aku mengajar dikelilingi kuntum-kuntum bunga
bunga mekar, bunga mengharum, bunga kembang tak jadi, bunga hampir layu
bunga itu, bunga ini, macam-macam lagi.

Tuesday, January 06, 2009

Apa Kau Merepek

...jadi baik diam.diam diam tau tau berak...lepas berak buat 2 Casino...lepas casino cari Indro...
lepas tu cari Dono....mesti pandai berenang....takut pulau tenggelam....lepas tenggelam bersih kembali...balik semula asal...sebab maggie masak 2 minit.....air pasang pagi surut pukul berapa...
apa nak buat dengan dondang sayang....melayu takkan hilang melayunya....pak Yaacob bermain biola...pak dolah pukul kompang....mabuk main dam .....semua lupa perjanjian dibuat di singgahsana....bila keluar menangis sahaja...mak & bapak cukup gembira bapak azan telinga.....jalan hidup sekelip mata...Demi masa Rolex dicipta tapi masa tak mengizinkan kita...ditarik direntap dari jasad kita....komat kamit Yasin macam karaoke.....kain batik lepas....kain putih melepas....tabur pacai...lepastu ciumkan tanah...jalan tujuh tapak sahaja.....lepas tu Who Wants To Be A MILLIONAIRE

Ditulis oleh:
~Ghoose~

Thursday, December 11, 2008

melati dari jayagiri



Melati dari Jayagiri
Kuterawang keindahan kenangan
Hari-hari lalu di mataku
Tatapan yang lembut dan penuh kasih ...

Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Hati yang teduh dalam dekapan
Dan kubiarkan kau kecup bibirku

Mentari kelak kan tenggelam
Gelap kan datang dingin mencekam
Harapanku bintang kan terang
Memberi sinar dalam hatiku

Kuingat di malam itu
Kau beri daku senyum kedamaian
Mungkinkah akan tinggal kenangan
Jawabnya tertiup di angin lalu


(Iwan Abdurrahman)

Wednesday, November 26, 2008

angan-angan kosong. bek
kita sama kita
apa akan jadi, bek
kita tengok saja

(S.M Salim)

Saturday, November 15, 2008

Bimbang dan Ragu

tidur tiada nyenyak
terganggu perasaan
suria pagi hari
kunantikan...

Thursday, November 13, 2008

Sunday, October 19, 2008

malam silver tortoise

lampu kelab berkerdipan
gerak dansa pemuda pemudi
dalam malam penuh gemilang
zaman muda cemerlang
terompet dan trombon
guitar dan piano
double bass dan bonggo
era silver tortoise yang mengharum
suara bergetar si norkiah hanum
menghibur hati pemuda pemudi
twist, cha cha, mambo, bossa, rumba
enjoy sana enjoy sini
bill itu bill ini
hingga pukul aaampat pagi!

Friday, October 17, 2008

Action eh!

biar kalah nasi asal jangan kalah aksi!
hutang belakang kira, act kita mau!

yelah tu, nanti kau kebulur baru tau...action kemana engkau kemana...



semoga aku dan kalian tidak seperti yang diatas